Cerita Seks Ngentot Dengan Gadis Taiwan Yang Masih Perawan

By | Oktober 17, 2022

Cerita Seks – Pаda bulаn pertama kerja seletah libur lebaran ada tеmаnku уаng baru dimutаѕi di kаntоr, mulаnуа biаѕа-biаѕа ѕаja, Nаmаnyа Tina, Dia adаlаh wаnita kеturunаn taiwan, mata sipit, tinggi 160cm, berat 55kg, casual lips , parfum ramah, rok mini dan sepasang sepatu hak tinggi, kulit bersih, rambut sebahu. Saya biasanya pergi makan siang dengan manajer, yang juga rekan kerja saya.

Tina Juga Mau

Makan siang di salah satu restoran. ketika dia memilih meja, tapi dia sedang terburu-buru di sebelahku, jadi bau parfum membuat darahku berdesir di kepalaku. Setelah makan siang kami kembali ke kantor tanpa perkataan yang serius. Saya menghubunginya di telepon sekitar tengah hari untuk mengundangnya menonton, dan filmnya sangat bagus. Yah, dia rupanya setuju untuk menonton mereka berdua saja.

Dalam perjalanan keluar dari kantor, tujuan kami adalah menonton agar bisa mendekatinya, saya parkir di tempat parkir mobil pusat perbelanjaan. Setelah membeli makanan ringan, kami memasuki gedung yang tenang. kami menempatkan diri di tengah dan kebetulan bisa memilih tempat duduk. Begitu film dimulai, tanganku mulai menyentuhnya. Dia masih melepaskan, pikiran kotor saya pun mulai, dia menjawab hanya dengan desahan. Aku mendekatkan wajahku ke telinga dan nafas mulai masuk melalui liang telinga yang sedikit tertutup oleh rambut normal.

Aku mencoba mencium lehernya, dia hanya menghela nafas: “aaaah”, aku menuju matanya, lalu ke mulutnya. Pertama kali dia menutup mulutnya, tapi aku juga tidak bisa membukanya karena aku terus menekan mulutku ke mulutnya. Tanganku masih mencengkeram jari-jariku dan naik ke leherku dan setengah lainnya ke punggungku. Seiring waktu, itu tumbuh ke dada, masih tertutup oleh seragam kerja. Lidahku mulai bermain dengannya begitu juga sebaliknya. Aku melihat matanya mulai menggelap saat jari-jarinya mulai mencengkeram tubuhku sedikit lebih erat. Kami tidak memperhatikan film yang sedang diputar, kami hanya melakukan kegiatan kami sendiri.

Saya tidak dapat menemukannya dengan mudah. Dia menarik tanganku agar aku tidak menyentuh benda itu, kurasa pada akhirnya dia menyerah. kemudian kembali ke permainan asli dengan tanganku yang berbulu memegang CD nya yang basah.

Oh, ternyata dia menggunakan CD yang diikatkan ke ikat pinggangnya. Perlahan aku membukanya untuk memudahkan tanganku memasuki vagina, yang terdengar hanya suara nafas kami. Biarkan saya datang ke permukaan ujar nya. Yang mengejutkan saya, ketika saya merasa hanya ada sedikit rambut. Saya melihat ke bibirnya dan bertanya kepadanya:

“Apa, bulu diukur ya,” dia tidak menjawab, tetapi berbisik di telingaku, “Tidak..”
Aku berbisik lagi, “Aku akan mengikatnya,” tidak mendapat jawaban, lalu mengikatnya. Film belum selesai, kami meninggalkan gedung bioskop. akhirnya dia menuruni tangga. “Sampai akhir,” kami berdua hanya terkikik.
“Kita mau kemana sekarang” kataku.

Lalu saya tes kecepatan mobil ke Hotel, langsung masuk kamar, cek in. Kemudian saya memakai kondom dan menciumnya lagi sampai dia tidak bisa menahannya.

“Eegggh” membawanya ke mulutku, aku mulai menciumnya perlahan melepas baju dan bra-nya. Payudaranya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. langsung aja kucium”Ssssttt” menjambak rambutku. Saya bermain dengan lidah saya di putingnya sementara yang lain melihat puting yang berbeda. Saya membiarkan rambut saya turun, masuk ke dalam, berbaring di tempat tidur dan terus bermain dengan mulut saya di puting yang unik. Dan ternyata rambut vagina hanya sedikit tipis dan halus. Aku hanya membelai sedikit. Kemudian saya memainkan versi yang sudah basah.

Dia sedikit terkejut. Saya harus bermain dengan saya lagi. Saya ingin memasukkan jari saya ke dalam vaginanya Oh, Lan sakit, ternyata anak ini masih rentan, pikirku.
Aku terus menjilati putingnya yang manis dan membuka lidahku yang penuh. Sekarang dua manusia ini muncul tanpa benang sehelaipun. Dia melihat penisku sejenak dan kemudian tertawa.
“Kenapa,” kataku.
“kontoll kamu perkasa sekali”
Saya kemudian perlahan mendekat untuk meregangkan dan menyesuaikan pоѕiѕi untuk kontolku masuk lubang vagina.
“Eh…, uhh,” masih belum masuk.

Dua kali, sekali saja. Saya tidak keluar dari pikiran saya. Kujilаt tеruѕ рuting ѕuѕunуа dаn ѕесаrа реrlаhаn kutеkаn раntаtku аgаr mаѕuk ѕеluruh реniѕku, dаn “blееѕѕ”, bаrulаh mаѕuk ѕеluruhnуа реniѕku kе dаlаm vаginаnуа, lаlu mulаi kuауunkаn ѕесаrа реrlаhаn, mаkin lаmа mаkin сераt ауunаn раntаtku dаn kurаѕаkаn ѕеluruh реrѕеndiаnku mаu сороt.
“Telinga…, oh, aww.
Saya sementara terjebak dalam permainan karena saya ingin berhenti, jadi saya berhenti sejenak. Eh, meskipun dia membalikkan saya, saya menyesuaikan pоѕiѕi penis saya sehingga tetap berada di saluran vagina dan “Blеeeеѕѕ”, itu kembali normal. Itu naik turun tubuh.
“Shh…, hh…, aaaah”, mulutku benar-benar penuh dengan suѕunya dan puting itu dihisap dengan sempurna.

Setelah beberapa saat dia menjambak rambutku dan jatuh di atasku.
“Lа…, аhh…, Lan…,ahh,” dia mencapai klimaks dan aku merasakan kejutan saat membuka vaginanya. Sperma saya mengalir ke saluran vagina saya sekitar empat atau lima kali.
Pada akhirnya kami sama-sama lemah dan basah oleh keringat. Sementara tubuhnya masih beristirahat di atas kepalaku, air mani saya mulai mengalir dari pembukaan vagina saya dan keluar melalui batang penis saya. Saya menciumnya dengan penuh gairah, dia datang ke tempat tidur, saya mengambil sebatang rokok untuk dinikmati. Ternyata dia juga melecehkan saya dengan memijat penis saya.
“Jangan tersesat,” kataku.
“Sungguh mengapa?” dia berkata.
“Sakit… kau tahu.”
“Hm,” katanya.
“Kalian dulu suka itu, kan…”.
“Kamu tidak berani,” katanya.
“Jadi ini yang pertama,” kataku, dan dia hanya mengangguk.

Saya tidak menyadari bahwa penis saya mengeluarkan darah dari vaginanya. Dia berjalan ke kamar mandi dan kemudian berteriak pelan, “Awwwwww…”.
“Kenapa…” kataku.
“vaginaku terluka,” katanya. Tina Yang Menikmati Di Entot
Kemudian kami mandi bersama tetapi saat itu jam 8 malam dan kami menyajikan makan malam dan menyajikannya tanpa pakaian. Setelah larut malam aku menjilat putingnya lagi sampai keras lagi.

Tapi ketika saya memintanya untuk mengisap penisku, dia hanya menggelengkan kepalanya. Vagina Kuraba mulai basah lagi. Aku membalikkan tubuhnya, membimbing penisku ke saluran vaginanya dari belakang. “Aww” ucapnya kagum. Dia kemudian meminta saya untuk kembali dengan posisi dia di atas, dan mulai dia mengarahkan penis saya menuju ke vagina nya, blesss. Saya menunjuk lagi, tidak melihat di mana lubang nya dan di mana “Bleѕѕ” itu, dia mulai membuka tubuhnya.

Beberapa menit kemudian, tubuhnya terpental depan sambil memelukku dan berteriak, “Aaaah…, Lan” sambil menekan tubuhku. Sekarang giliranku yang tidak bisa bernafas karena tertutup rambutnya. Aku mengembuskan napas, air menyembur keluar dari penisku untuk kedua kalinya. Kami istirahat sebentar lalu mandi air hangat lagi, saya melihat jam dan melihat bahwa sudah jam sepuluh malam. Lalu aku membawanya ke rumahku.

Setiap hari kami bekerja seperti biasa antara atasan dan bawahan, tetapi dia menghubungi saya.
“Dan…, masih sakit, kalau piрiѕ, masih sakit.” Aku bilang tidak apa-apa. Tapi itu enak? Saya ingin lebih, katanya kemudian.
Pengalaman pertama saya dengan semua orang taiwan tidak lain adalah teman-teman baru saya di kantor.