Cerita Dewasa Sedarah Dengan Sepupu Yang Sedang Curhat

By | Agustus 11, 2022

Cerita Dewasa – Kenikmatan dimulai ketika malam itu, setelah makan malam, saat akan tidur, karena saya tidak terlalu mengantuk, saya pergi ke kamar kakak saya untuk bersenang-senang, saya menemukan buku-buku dengan gambar erotis milik saudara perempuan saya, dan saya membawanya kembali ke kamar saya setelah melihat gambar-gambar bahagia, yang Aku mulai bersemangat..

MrCong.com

Vera Lagi Baca Buku Dewasa

Kebetulan di rumah aku tinggal bersama sepupuku Tobi, Sekitar pukul sepuluh malam, sepupuku tibatiba datang ke kamarku.
“Ver.. kamu belum tidur..?” kata sepupuku, mengetuk pintuku.
“Masuk… Tobi…” teriakku dari kamar, berbaring di tempat tidur.
Pintu kamar tidur terbuka dan Tobi melihat saya dari pintu depan seolah-olah dia akan menangis.
“Tobi.. kenapa.. kau baik-baik saja? kataku, mencoba duduk di tempat tidur.
Tobi masuk ke kamar dan duduk di sebelahku, bersandar padaku dengan wajah yang galau.
“Aku putus dengan pacarku Ver, kukira aku akan bertahan lama dengan nya” teriak Tobi.
Tobi menatapku, lalu mencium keningku dan berkata:
“Ya.. Ver aku masih sayang sama dia.”

Tobi kemudian mencium pipiku, tapi saat dia hendak berbalik, bibirnya secara tidak sengaja menyentuh bibirku. Tiba-tiba saya merasakan sensasi aneh di tubuh saya, dan saya merasa bersemangat ketika saya memikirkan buku porno milik saudara perempuan saya yang telah saya lihat sebelumnya. Aku membalas ciuman Tobi, aku mencium bibirnya dalam-dalam dan aku mencoba memasukkan lidahku ke mulutnya, Tobi sedikit gugup dan mulai khawatir, lalu dia memasukkan lidah nya ke lidahku sehingga kedua lidah kami terjalin. Tobi membuka selimut yang masih menutupi saya sehingga Tobi yang mengenakan kemeja mulai meraba-raba saya. Lidah kami masih terjalin, membuat gairah seks kami semakin kuat. Aku melepaskannya saat tangan Tobi mulai melingkari paha putihku yang terangkat menyentuh celana dalamku. Jari tengahnya mulai menggaruk vaginaku yang masih menempel di celana dalamku.

Tobi mulai menurunkan tali dasterku dari bahuku sehingga payudara runcing dan puting cokelatku kini terpampang di depan wajah Tobi. Saya tidur hanya dengan daster dan CD, saya tidak pernah memakai bra. Tobi mulai menelusuri leher panjangku ke dadaku dengan bibirnya. Saat Tobi mulai menggigiti putingku, mataku semakin terbuka, “Ah.. ah.. shhh.. ah..” Karena buku porno ini semakin membuatku nafsu, pikirku. Tobi adalah seorang pria. harus memuaskan dahaganya.

Tanganku mulai bekerja memegang penis Tobi yang masih tersembunyi di balik celananya. Saya menggosok tangan saya di celana Tobi saya, yang menyebabkan dia menggigit puting saya lebih keras, celana dalam saya terlepas terlepas dalam satu gerakan, menyebabkan vagina yang saya rawat setiap hari. Hari terlihat jelas dan tercium bau yang sangat harum. Baunya tetap ada di kamarku.

“Apa..bau..ini..Ver? baunya enak, Tobi bertanya.
“vagina Vera Tobi,” kataku.
“Ver… baunya sangat enak, aku suka baunya.”
“gak masalah Tobi, kalau mau jilat memekku juga gapapa, kau juga boleh memasukkan penismu ke memekku kalau mau,, hehehe.” kataku sambil tersenyum.
“Benarkah, Ver?” tanya sang Tobi.
“Aku mengatakan iya Tobiii”.

Dengan nafsuku dimana Tobi sibuk menggigit dadaku, aku segera menurunkan tubuhku sehingga vaginaku kini berada tepat di depan wajah Tobi. Lidahnya yang halus meluncur di atas vaginaku. Jilat vaginaku di luar. Saya mulai panik. Aku menggeliat saat lidah Tobi menemukan butiran klitorisku. “uuuhh,, aahhhh,, uuuuhhh..” aku mendesah. Tobi saya pasti menikmati bermain dengan lidahnya di klitoris saya selama hampir 15 menit. Aku pun mencapai klimaks nafsuku dan bertanya pada Tobi:
“Tobi,…apa tidak apa-apa jika Vera mencoba kemaluan Tobi?”
“Oh..kau mau?” tanya Tobi.
“Ya…” kataku lagi.
Dengan lidah Tobi yang masih di klitoris saya, dia melepaskan semua lampiran dan segera menekan ke saya sehingga batang kemaluannya tepat di depan hidung saya, posisi kami menyerupai angka 69. batang panjang, besar dan hitam, sekitar 25 cm. Saya langsung berpikir bahwa Tobi harus memuaskan saya.

Aku mencoba memasukkan Penis Tobi yang besar, hitam, dan panjang ke dalam mulutku, tetapi melalui bibir kecilku itu hanya mencapai ujung kemaluannya, dan lidahku mulai menjilatnya. Tobi mulai mendesah. Selama hampir 15 menit Tobi menjilat dan menghisap kemaluanku, sesuatu yang mendesak dari dalam vaginaku segera meletus berupa cairan kental yang membasahi vaginaku dan wajahnya, tapi Tobi menangkap cairanku di lidahnya terlebih dahulu. dan kemudian menelannya ke dalam mulut Tobi. “Ah.. aha.. aha.. shh.. Aahh..” kataku sambil menjatuhkan badanku, Penis Tobi keluar dari mulutku. Tobi berdiri dan berkata:
“Vera..bisakah aku menyodok vaginamu sekarang?” Vera Oohh Vera
“Ya.. Tobi..silahkan” kataku pelan sembari mengangkagkan pahaku.
Lalu dia pasang posisi di tengah selangkanganku, Kepala Penisnya menempel tepat di depan vaginaku. Jari-jari Tobi yang memainkan klitorisku membuatku gelisah. “Ah..ah..huh…”

Setelah vagina saya menjadi semakin basah, dia mencoba mendorong rambut vagina saya. Karena lubangnya masih agak sempit, hanya kepala kemaluan Tobi yang bisa masuk, dan Tobi menekanku, membuatku bergidik. “Vera sakit?” kata Tobi. “Ah.. tidak apa-apa.. Tobi, nanti juga enak kok.” Tobi menekan kemaluannya ke dalam vaginaku lagi. Tapi karena kemaluan Tobi saya sangat besar, pada ke-10 kalinya, hanya setengah dari penisnya yang bisa masuk ke dalam vagina saya. aku berteriak
“Awww…”
“Sakit ngk..?” kata Tobi.
“Ah… tidak. Kataku.
Kemudian Tobi saya mendorong batang kemaluannya masuk dan keluar dari vagina saya.

Tobi sedikit membungkuk sehingga payudaraku sekali lagi menjadi penopang mulut dan lidahnya. Saya membelai kepala Tobi saya, yang sedang mengisap payudara saya, dan memasukkan kemaluannya ke dalam vaginanya seperti saya sedang membelai seorang anak. Selama hampir satu jam, saya menikmati permainan liar Tobi yang tidak ada hentinya, yang membuat saya orgasme. Cairan kental berwarna putih darah keluar dari vaginaku, masih bercampur dengan rambut kemaluan Tobi, membasahi paha dan kakiku, dan keringat mengucur dari pori-poriku. “Agh.. agh.. arg.. awww.. agh.. Vera.. keluar.. sini.. Nah.. agh.. shh” kataku menggigil seperti cacing panas dan menjadi lunak. . Sementara Tobi saya masih kuat dalam perlombaannya, kemaluannya keluar dari vagina saya yang sudah sangat basah. Kemaluan Tobi ditarik keluar dari vaginaku.

Tobi membalikkan tubuhku yang lemas dari posisi terlentang menjadi menungging, dari pantatku tobi melihat vaginaku dan Tobi membersihkan vagina saya yang masih tertutup Ciran putih, lalu jari Tobi menusuk vagina saya untuk melebarkan vagina saya agar lebih mudah baginya untuk memasukkan batang kemaluannya. Kali ini, Penis Tobi bisa masuk ke dalam vaginaku sampai mentok ke rahimku. Satu jam kemaluan Tobi menusuk vagina saya dari belakang, memberi saya orgasme kedua. “Aha.. aha.. aah.. shh.. aha.. Tobi.. enak sekali.. aha..” Batang kemaluan Tobi basah oleh cairanku, tapi setelah 5 menit dia juga mencapai orgasme. “Percaya..Veraaa..yeah..want..to..get..out..here..argh..argh…” kata Tobi dengan nafas terengah-engah. “Nah.. keluarkan saja dalam kandungan.. Vera..” kataku pada Tobi, sebenarnya aku setengah terjaga dan setengah tertidur karena kelelahan. “Crot.. crot..ser..ser..argh..argh…” – suara cairan Tobi terciprat ke dalam vaginaku disertai erangan Tobi yang mengalir di kepalaku. Saya merasakan kehangatan di vagina saya saat sperma Tobi yang mengalir ke dalam rahim saya, tidak terasa kamipun tertidur dengan posisi menyamping dan tobi di belakangku dengan penis nya yang masih tertancap di vaginaku.

Pukul 05:00 pagi saya bangun telanjang di pelukan Tobi saya yang masih tidur, pelanpelan ku cabut penis Tobi dari vaginaku yang ternyata masih berdiri. Kemudian saya bangun ketika saya melihat kemaluan Tobi, saya mencoba menjilat sisa cairan yang agak asin dan manis, saya menjilat semuanya dan Tobi bangun. Vera sangat senang bisa puas dengan Tobi, Vera juga sangat senang merasakan kehangatan Tobi, Vera juga sangat senang dan bersemangat saat bercinta dengan Tobi. Penis besar Tobi memuntahkan semuanya di dalam vagina Vera, Vera kadang mulai menginginkan lebih,” kataku riang. Tobi sedikit bingung ketika melihatku bahagia, tapi kemudian dia tersenyum, memelukku, dan menciumku. “Ya… kapan-kapan lagi,” gumam Tobi. Memek Berbulu Lebat